Bakal Ada SBN untuk Perumahan, Ini Respons OJK

Republik Jakarta.

“Keputusan pemerintah untuk mengeluarkan SBN adalah langkah strategis dalam mencapai pendanaan berkelanjutan,” kata Inarno Diary, OJJ Carbon Exchange (CPDK) dari Inarno Diadi pada hari Sabtu (8/3/2025).

Inarno mengatakan bahwa OJJ juga berterima kasih kepada pemerintah atas komitmennya untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat melalui penerbitan SBNS.

“Tentu saja, pasar modal memainkan peran penting dalam mengumpulkan dana untuk proyek infrastruktur jangka panjang, termasuk pengembangan rumah,” katanya.

Inarno mengatakan bahwa OJJ juga akan memberikan kontribusi positif untuk inisiatif pertumbuhan ekonomi, berkat kontribusi positif antara pemerintah, regulator dan lembaga keuangan.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan rencana untuk mengeluarkan perumahan SBN, bagian dari rencana 3 juta suite yang didukung oleh pemerintah Prabowo-Gibran untuk diluncurkan setiap tahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan di Jakarta pada hari Kamis (20/20/2025) bahwa penerbitan perumahan SBN akan secara khusus digunakan untuk mendanai perumahan untuk orang-orang berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Sri Mulyani, mekanisme ini merupakan modifikasi pada Program Fasilitas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selain menerbitkan SBN, beberapa inovasi telah dibuat untuk sektor perumahan (termasuk melalui FPP), termasuk melalui FPP, yang merupakan fasilitas likuiditas, yang sumber suku bunga rendah disebarkan oleh BP Tapera melalui bank.

Kemudian, partisipasi ibukota negara bagian (PMN) akan diberikan kepada PT Sarana Multgriya Financial (PT CMS), yang tujuan utamanya membiayai bank adalah MBR.

Adapun sisi mata uang, bank Indonesia (BI) telah meningkatkan kebijakan likuiditas makro (KLM) dengan mengurangi deposito minimum yang diperlukan untuk bank (GWM) atau menghapus insentif likuiditas dari dana awal 4% menjadi 5% pihak ketiga (DPK).

“Ini termasuk peningkatan bertahap dalam insentif likuiditas untuk skema akomodasi mulai sekarang menjadi Rs 80 triliun,” kata gubernur besar Perry Warjiyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *