Gejala serta Cara Atasi Post Holiday Blues, Kondisi Cemas dan Tidak Bersemangat Pascalibur Lebaran

JAKARTA – Libur Idul Fitri 2024 akan segera berakhir. Umumnya hal ini membuat sebagian orang merasa tidak tertarik untuk kembali beraktivitas atau bekerja.

Rupanya, kondisi ini kerap dikaitkan dengan post-holiday blues. Dikenal juga dengan istilah holiday blues, sindrom ini merupakan perasaan negatif yang sering muncul setelah berlibur.

Lantas, apa itu post-holiday blues dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber pada Senin (15/4/2024).

Post-holiday blues merupakan sindrom yang menyebabkan otak beristirahat dan melewatkan hal-hal menyenangkan selama liburan. Post-holiday blues juga bisa disebabkan oleh perasaan kaget dan gelisah setelah liburan dan kembali beraktivitas sehari-hari.

Gejala post-holiday blues sangat bervariasi, antara lain kurang minat beraktivitas sehari-hari dan merasa lesu. Gejalanya meliputi lingkungan tempat Anda melakukan aktivitas, kelelahan kronis, kecemasan, perubahan suasana hati, sakit kepala, insomnia, stres, dan depresi.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi kesedihan pasca-liburan.

1. Istirahat yang cukup adalah salah satu cara untuk mengatasi kesedihan pasca liburan. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup di siang hari untuk menghindari pemicu insomnia yang meningkatkan risiko depresi dan gangguan kecemasan.

2. Makan makanan yang sehat Anda juga bisa mengonsumsi makanan pereda stres seperti ikan, coklat hitam, dan teh hijau.

3. Buatlah rencana tindakan yang luar biasa Agar Anda bisa melupakan rasa kesepian atau kehilangan Cobalah membuat rencana tindakan untuk beberapa hari ke depan. Misalnya saja membuat agenda bertemu teman. Kontak atau sosialisasi langsung sangat penting untuk meningkatkan mood Anda.

4. Olahraga Faktanya, olahraga dapat mengurangi gejala kecemasan yang timbul secara tiba-tiba. Ingatlah bahwa kecemasan berhubungan dengan adrenalin dan kortisol, yang menyebabkan otot tegang.

5. Jika Anda merasa gejala post-holiday blues terus berlanjut dan tidak kunjung membaik, carilah bantuan profesional, sebaiknya konsultasikan ke profesional seperti psikolog.

Anda dapat menceritakan gejala yang Anda alami sehingga psikolog dapat memberikan solusi yang tepat atas keluhan mental Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *