Hari Listrik Nasional ke-79, Dirut PLN Tegaskan Komitmen sebagai Fondasi Pembangunan

Republika.co.id, Jakarta-Oktober dirayakan sebagai Listrik Nasional ke-79 (HLN). Selama 79 tahun, PLN (Persero) membebaskan orang -orang di seluruh Indonesia. Dengan tema “New Energy for Indonesia”, perusahaan berharap untuk terus berinovasi untuk menyediakan energi bersih dan berkelanjutan untuk kemajuan Indonesia.

Direktur PLN, Darmawan Prasodjo selama peringatan ke -79 dan tanggal komitmen untuk remaja pada hari Senin (28 Oktober 2024) mengatakan bahwa PLN bertekad untuk mendapatkan antusiasme kaum muda sebagai dasar pembangunan nasional. PLN menekankan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 %.

“Misi PLN tidak hanya menyediakan listrik yang dapat diandalkan saat ini, tetapi juga melindungi lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung orang untuk mempromosikan orang Indonesia.

Darmawan mengatakan, untuk mencapai hal ini, bahwa PLN telah membuat perubahan berbeda dalam empat tahun terakhir, dari area genital, dari transmisi, distribusi, sistem keuangan, sistem belanja, hingga layanan pelanggan.

“PLN mengubah proses bisnis sebelumnya dan kompleks, kami telah mengubah proses bisnis yang sederhana, sederhana, cepat dan Trenggginas,” kata Darmawan.

PLN juga berhasil mengkonsolidasikan sifat -sifat sebelumnya, dalam bentuk kepemilikan dan anak -anak. Selain itu, PLN berhasil mengubah tampilan tampilan yang sudah ketinggalan zaman, menjadi lebih baru, melalui generasi, transmisi, sistem kontrol, distribusi, layanan pelanggan, sistem keuangan, pasokan dan perencanaan untuk memodernisasi dan mendigitalkan.

Darmawan mengatakan bahwa PLN masih sulit dan ada di Pandemi Covid-19. Ketika penjualan menurun, PLN telah meningkatkan pendapatan listrik dan memposting laba PLN terbesar dalam sejarah.

“Empat tahun lalu, kami menghadapi Covid-19. Banyak perusahaan besar telah jatuh, tetapi PLN dapat meningkat lebih cepat.

Darmawan Dijamin, PLN akan terus mendukung program konversi energi yang telah menjadi masalah global. Di tengah perubahan iklim, PLN mengubah strategi dari pengembangan pengembangan fosil dalam pengembangan energi terbarukan.

“Ketika tantangan perubahan iklim dihadapi mereka, ketika kami tidak lagi menyediakan listrik, tetapi tugas kami adalah menyediakan energi yang terjangkau yang bersih. Di masa depan kami perlu menyediakan energi yang seimbang antara pertumbuhan, kemakmuran dan keberlanjutan lingkungan,” kata Darmawan.

Di masa depan, PLN juga bertekad untuk terus berinovasi dan berkembang menjadi perusahaan energi terbaik, tidak hanya di Asia Tenggara dan bahkan dunia.

“Tentu saja, ini adalah tantangan yang tidak biasa, kita harus bekerja lebih keras. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengembangkan yang lebih aman dan menang.

HLN 79 adalah waktu yang penting untuk merayakan peran listrik di Indonesia yang diukir dengan sejarah panjang, bahkan ketika kemerdekaan.

Mulai dari akhir abad ke -19, pada waktu itu, perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah kolonial hanya menggunakan listrik untuk mendukung kegiatan perusahaan, seperti pabrik gula, perkebunan, pelabuhan dan kereta api di Indonesia. Listrik untuk publik dimulai ketika sebuah perusahaan swasta Belanda, Nig Nig, pertama kali terlibat dalam gas, ia memperluas bisnis untuk memenuhi catu daya kepada publik.

Pada tahun 1927, Pemerintah Belanda mendirikan Waterkracht S’lands (LWB) tempat tidur sebagai perusahaan listrik negara bagian yang mengelola berbagai pembangkit listrik di Indonesia, termasuk PLTA di Jawa Barat, Sulawesi dan Sumatra. Selain itu, di beberapa kota, perusahaan listrik kota juga didirikan.

Ketika Belanda menyerah kepada orang Jepang selama Perang Dunia II, Jepang juga meluncurkan perusahaan listrik. Namun, ketika Jepang menyerah di tangan sekutu dan Indonesia pada 17 Agustus 1945, kesempatan ini dikendalikan oleh kaum muda dan staf listrik untuk mengambil alih perusahaan Jepang.

Hingga 27 Oktober 1945, Pemerintah Republik Indonesia menyetujui pemerintah No. Selanjutnya, pemerintah telah menyumbang 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional hingga saat ini.

“HLN ke -79 ini didorong bagi PLN untuk memperkuat komitmennya kepada pemerintah untuk memastikan listrik tersedia untuk semua orang tanpa kecuali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *