Kecanggihan Rudal dan Drone Iran Terungkap, Lebih Hebat dari Sebelumnya

TEHERAN – Beberapa senjata yang digunakan Iran untuk melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel jauh lebih canggih dibandingkan yang pernah ditemui Israel sebelumnya.

The New York Times melaporkan hal ini. Israel sebelumnya menjadi sasaran serangan udara oleh Gerakan Perlawanan Palestina Hamas dan Jihad Islam Palestina dengan menggunakan roket presisi dan jangkauan terbatas.

Ini termasuk roket jarak pendek dari keluarga Grad, serta roket M-302 buatan Suriah.

Hamas juga memiliki roket Fajr-5 dari Iran dan variannya yang diproduksi di dalam negeri, masing-masing memiliki jangkauan sekitar 50 mil, menurut laporan itu.

“Senjata yang digunakan Iran pada hari Sabtu bisa digunakan secara luas, dan beberapa di antaranya bisa digunakan lebih cepat,” kata laporan New York Times.

Sumber-sumber militer Israel yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan serangan tersebut terdiri dari 185 kendaraan udara tak berawak, 36 rudal jelajah dan 110 rudal permukaan-ke-permukaan, yang sebagian besar berasal dari Iran dan sebagian kecil dari Irak dan Yaman.

Laporan itu juga menyebutkan sebuah

“Rudal-rudal ini (dalam versi berbeda) juga diberikan kepada Houthi Yaman dan PMF Irak,” kata Hinz.

Postingan lain oleh Jeffrey Lewis, anggota Dewan Penasihat Keamanan Internasional di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), dilaporkan menemukan bahwa Iran menggunakan rudal jelajah serangan darat yang mampu membawa sekitar berton-ton bahan peledak.

Apa yang telah terjadi

Para pejabat Israel mengatakan kepada Israel Broadcasting Corporation (KAN) pada Sabtu malam bahwa serangan balasan Iran yang telah lama ditunggu-tunggu terhadap Israel telah dimulai.

Pasca serangan Israel pada 1 April 2024 yang menghancurkan konsulat Iran di Damaskus, Iran diperkirakan akan membalas.

Meskipun Israel telah menyerang banyak sasaran Iran di masa lalu, serangan terhadap konsulat tersebut merupakan peningkatan karena serangan tersebut menargetkan wilayah ‘kedaulatan’ Iran, yaitu misi diplomatiknya.

Meskipun Amerika gagal mengutuk agresi Israel terhadap Iran, yang mengakibatkan kematian 13 orang, termasuk tujuh perwira militer, Washington memperingatkan Iran agar tidak melakukan pembalasan.

Amerika Serikat juga menggunakan aset militer untuk menggagalkan serangan rudal dan drone Iran terhadap Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *