Pelindo Perkuat Logistik Nasional dengan Transformasi Pelabuhan Nonpetikemas

Republika.co.id, Jakarta – Pt. Pelabuhan Indonesia (PERSRO) atau Pelindo adalah subjek PTP Pelindo Multierminal (SPMT), yang menerima layanan operasi terminal non -pigericus Indonesia. Upaya adalah implementasi proses konversi pelabuhan, yang mengacu pada enam prinsip, yaitu: proses bisnis, sumber daya manusia (SDM), teknologi, peralatan, infrastruktur, serta kesehatan, keamanan, keamanan dan lingkungan (HSSE).

Puasa di Jakarta (1/3/125), banyak terminal Pelindo Arif Rusman Yulianto mengatakan, “Proses transformasi pelabuhan telah diterapkan pada akhir akhir 2 dan terus meningkatkan produktivitas pelabuhan dan mengurangi waktu pengiriman.”

ARIF memberikan contoh produktivitas barang curah kering di Jamrud Nilam Mirara Surbaya Cabang, dengan peningkatan 51 % sebesar 1,499 ton/kapal/hari (t/s/d) hingga 51 % hingga 2,266 t/s/d. Menurut ARIF, produktivitas pelabuhan yang sedang naik daun sesuai dengan insiden pelabuhan di cabang Jamrud Nilam Mirah, yang saat ini dicapai selama 2 jam, jam 58 jam yang lalu.

“Selain itu, implementasi monyet dan sistematika, yang merupakan bagian dari proses transformasi yang dilakukan oleh Pelloo beberapa terminal, juga mempengaruhi pertumbuhan beban dan pembongkaran aliran,” kata Arif.

Arif mengatakan bahwa kargo umum dan kargo yang berkembang dan membongkar mencapai 2,5 juta ton pada 224 atau meningkat sebesar 9,5,55 persen (YOY). ARIF mengalir 59,08 juta ton atau 7,15 persen (YOY) barang -barang besar kering seperti batubara, logam besi, gula, kacang -kacangan dan lainnya.

“Aliran barang dalam kendaraan telah meningkat 8,33 persen dibandingkan dengan 523 dan 1,8484 juta unit, sementara itu mencapai 8,9,9 mm MMBTU (metrik juta unit termal Inggris) untuk 224 harga gas,” kata ARIF lebih lanjut.

Menurut ARIF, efisiensi manajemen operasional yang terpusat dan standar telah ditunjukkan di setiap port karena peningkatan aliran barang, dan mendukung implementasi PTOS-M (Sistem Operasi Terminal Pelindo) untuk melakukan operasi terminal berdasarkan desain dan kontrol transformasi teknologi. Airif mengatakan banyak terminal di Pelindo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan untuk menciptakan rantai logistik yang lebih efisien.

“Kami saat ini berfokus pada penggunaan teknologi canggih yang penting pada modernisasi fasilitas terminal, memperkuat kemitraan dan mengembangkan masa depan perusahaan,” kata Arif.

Menurut ARIF, Pelindo Multiminal juga membuka kesempatan untuk bekerja bersama dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk memodernisasi pelabuhan sebagai komitmen untuk meningkatkan daya saing logistik nasional.

“Kemitraan ini mempercepat transformasi pelabuhan dan memiliki manfaat yang signifikan bagi ekonomi nasional,” kata Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *