Selalu Raih IPK Tinggi Tiap Semester, Septi Jadi Wisudawan Terbaik ITS

Surabaya – Septia Pelita Sari dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Sarjana Terapan ITS. Septi berhasil meraih IPK 3,82 pada Wisuda ITS ke-129, Sabtu (20 April 2024).

Septia Pelita Sari atau lebih dikenal dengan Septi merupakan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Departemen Statistika Bisnis Institut Teknologi Sepul Nopember (ITS).

Keinginan untuk terus menimba ilmu sudah mendarah daging dalam diri Septi. Ia mengungkapkan, memilih melanjutkan studi di Fakultas Manajemen dan Statistika ITS karena program RPL memberinya pembelajaran yang lebih spesifik terhadap dunia kerja.

Baca juga: Putra Pembuat Bubur Ini Penuhi Janjinya Kepada Almarhum Ibunya dan Lulus ITB dengan Prestasi Sangat Memuaskan

“Statistik yang dipelajari akan memandu industri untuk membayangkan karir masa depan dengan lebih baik,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (19 April 2024).

Berkat kegigihannya, para penerima beasiswa Indonesia Pintar memanfaatkan peluang yang ada di ITS dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Hal ini dibuktikan dengan prestasi akademik kami yang luar biasa dengan IPK yang tinggi setiap semesternya.

“Alhamdulillah sejak semester satu, mahasiswa dengan IPK tertinggi selalu masuk nominasi,” ujarnya bangga.

Antusiasmenya tidak hanya di bidang akademik, lulusan D3 Statistika Universitas Negeri Padang (UNP) ini juga pernah magang di Badan Pusat Statistik (BPS) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Pengalaman magang ini menjadi titik awal yang memotivasi saya untuk menekuni karir khususnya di dunia statistika. Karena itu sesuai dengan minatnya. “Saat saya ditugaskan di bagian entri dan validasi data Sensus, saya mendapat banyak ilmu dan cara pandang baru,” ujarnya.

Septi mengatakan, pengalaman magang pertamanya memberinya keuntungan saat mencoba magang di tempat lain. Selain itu, siswi SMAN 1 Malang ini juga berkesempatan mengikuti Program Studi dan Magang Mandiri Bersertifikat (MSIB) selama berada di ITS. Saat itu, ia bisa lolos magang sebagai analis riset di PT Indextat Consultant Indonesia.

Segala prestasi tersebut tidak lepas dari tekadnya untuk melanjutkan penelitiannya di ITS. Diakuinya, perjalanan karirnya diawali dengan tugas penelitian akhir (TA) yang mendalami permasalahan pengendalian mutu di industri perkebunan. Hal ini menyebabkan dia mendapatkan pekerjaan saat ini sebagai analis riset di perusahaan tempat dia magang sebelumnya.

Baca juga: Kisah Atlas Mantan Asisten Ridwan Kamil, Wisudawan Terbaik UB dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,93

Namun Septi juga mengatakan, jalan untuk mencapai titik tersebut tidaklah mudah. Ia mengaku kerap menemui kendala saat beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Saat pertama kali bergabung di ITS sebagai mahasiswa (senior), saya harus beradaptasi dengan kebijakan dan lingkungan baru,” ujar mahasiswa kelahiran Malang, 20 September 2000 itu.

Saat itu, Septi menyikapi kendala yang ada sebagai penggerak untuk melanjutkan pembangunan. Ia mengaku sebenarnya sedang belajar berkomunikasi dan membangun relasi di lingkungan baru.

“Kita harus berpikiran terbuka dan mau membantu satu sama lain. Maka kita akan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru,” kata Septi.

Septi bersyukur bisa melanjutkan studinya di ITS karena banyaknya pengalaman dan kesempatan yang diberikan Kampus Pahlawan kepada mahasiswa. Tak hanya itu, ia merasa sangat didukung oleh para guru dan tenaga kependidikan (Tendik).

Ia berpesan agar mahasiswa ITS yang sedang menempuh pendidikan dapat memanfaatkan segala peluang yang ada di ITS untuk menggali minat dan potensi yang dimilikinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *