UGM Batalkan Kenaikan UKT 2024, Biaya Kuliah Sama dengan Tahun Lalu

Yogyakarta – Dengan adanya pengumuman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembatalan perpanjangan UGT, UGM pun ikut mengikuti kebijakan tersebut. UGM juga menawarkan beasiswa UKT dan hibah bagi mereka yang tidak mampu membayar.

Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu mengatakan, besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku di Universitas Gadja Mada (UGM) akan kembali mengacu pada besaran UKt tahun 2023.

Saat ini, kata dia, kampus sedang diperkuat untuk mengajukan kembali usulan UKT dan Biaya Pengembangan Instansi (IPI) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan dan Teknologi.

Baca Juga: Rektor ITS Tegaskan UKT 2024 Tak Ada Kenaikan, Biaya Pendaftaran Mulai Rp 500 Ribu-12,5 Juta

“Hari terakhir pengangkatan kembali adalah 5 Juni. Kami bersurat dengan melibatkan perwakilan dekan dan unsur mahasiswa,” ujarnya, Rabu (30/05/2024) dari situs UGM.

Spesifikasi UKT dan IPI mengacu pada indeks kemampuan ekonomi (IKE) setiap mahasiswa yang masuk ke UGM. Penghitungan IKE didasarkan pada beberapa indikator yaitu pendapatan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, SPT tahunan, dan daya listrik.

Tergantung pada profil pendapatan dan pengeluaran orang tua mahasiswa baru, UGM juga menawarkan kemudahan proses pembayaran sebesar 25%, 50%, 75% dan 100% dari hibah pendidikan tinggi IPI dan UKT.

Baca juga: Perguruan Tinggi Indonesia Bisa Segera Kirimkan Kembali UKT dan Ketua Daktis IPI

“UGM terus mempertahankan subsidi UKT 100 persen dalam bentuk uang sekolah. Masuk ke UGM itu nyata. Mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial tetap bisa kuliah,” jelasnya.

UGM hanya menerapkan IPI bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur pilihan bebas pada tahun 2024 dan terdaftar pada UKT perguruan tinggi. IPI tidak dikenakan biaya kepada mahasiswa baru yang memasuki UKT pendidikan tinggi bersubsidi melalui Seleksi Berbasis Prestasi Nasional (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri.

IPI dibayarkan satu kali selama masa studi sebesar Rp20 juta untuk kelompok Ilmu Sosial dan Humaniora dan Rp30 juta untuk kelompok Sains, Teknologi, dan Kesehatan.

Baca Juga: Dikti Tunggu Pengajuan Ulang UKT dan IPI paling lambat 5 Juni 2024

Namun, lanjutnya, penerapan UKT dan IPI diharapkan tidak menghalangi calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di UGM. Selain itu, mahasiswa juga dapat mencicil pembayaran IPI.

Humphrey Swathana, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, mengatakan beasiswa ini tersedia bagi mahasiswa dari keluarga yang menghadapi kendala keuangan. Selain dukungan beasiswa, fakultas dan sekolah Ditmawa melakukan pengecekan data calon mahasiswa penerima UKT.

Baca juga: Perpanjangan UKT Dibatalkan, SNBP Universitas Brawijaya Kembalikan Pembayaran Rute

Ia menyebutkan, sebanyak 6.061 mahasiswa akan mendapat dukungan UKT pendidikan tinggi bersubsidi pada tahun 2023. “Merekalah yang mendapat subsidi sebesar 75 persen, 50 persen, 25 persen, hingga 100 persen,” ujarnya.

Calon mahasiswa baru yang memenuhi kriteria bantuan keuangan UKT, Ditmawa menghubungi perwakilan masing-masing fakultas dan sekolah untuk memverifikasi data mahasiswa baru.

Keikutsertaan mahasiswa ini ditetapkan dalam surat keputusan Rektor UGM. “Kami libatkan mahasiswa, agar dana hibah yang diberikan benar-benar fokus”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *